November 8, 2011

#Kamis

Pagi ini aku bangun dengan perasaan sakit yang menjengahkan. Dibangunkan Tika. Kesiangan lagi. Ternyata masih pakai baju pink garis-garis lengan panjang yang lembab semalam. Masih pakai celana jeans basah-berpasir yang warnanya jadi lebih gelap dari warna aslinya. Tergeletak diatas kasur yang dibentang asal melintangi kamar.

Nyaris setengah 7.

Kasur berseprai hijau tanpa bantal ini rasanya masih nyaman. Masih enak untuk dipeluki. Masih belum mau merelakanku pergi. Badanku rasanya ngilu, tapi rindu itu rupa-rupanya sudah ikut hilang bersamaan dengan kata-kata dalam surat yang kulepas tadi malam.

Hari ini ujian Balaghah.

Tadi malam aku sudah belajar sebenarnya. Setidaknya sudah mencoba untuk belajar. Tapi salah siapa kalau ternyata Balaghah itu memusingkan? Melampau jauh diatas daya jangkau otakku yang tadi malam sudah terlalu beku untuk dimasukkan sesuatu. Semakin dipelajari semakin tidak mengerti. Semakin dibaca, semakin tidak teraba. Yasudah,

Jadi hari ini aku bolos matakuliah pertama. Melewati pagi ini dengan mengutipi penjelasan-penjelasan tentang tasybih, isti'arah dan majaz mursal yang kutunda tadi malam. Berusaha menerjemahkan huruf latin berderet-deret mirip cakaran ayam melintang pukang yang dengan maksa kusebut catatan.

Hari ini bolos Metode Penelitian Bahasa,
lagi.

Sebelumnya perlu kutegaskan dulu bahwa ini bukan alasan yang dibuat asal-asalan tapi kenyataannya memang aku betul-betul lupa matakuliah pertama Metode Penelitian Bahasa. Iya, yang sudah tidak kuikuti 4 kali itu. Yang selalu hambar tapi bikin frustasi itu.

Rasa-rasanya hari ini segala sesuatu bergerak dengan cara tidak seharusnya. Dimulai dari keputusan yang diambil sembari ngantuk. Seharusnya aku tahu bersenang-senang di masa-masa UTS begini cepat atau lambat akan menyulitkan diri sendiri. Siapa suruh tadi malam menonton rapai tampil dan lanjut mengajar Mita sampai jam 10 lebih? Sementara badan sudah penat latihan gila-gilaan dengan baju basah kehujanan? dan siapa pula, yang bertahan tidur dengan baju lembab bersama celana jeans yang berpasir pula?

Tapi penampilan Rapa-i Geleng kemarin memang spektakuler! 11 orang penari-pembawa rapai dengan 2 orang syech dan suporter 3 angkatan yang menjerit-jerit beringas.


Rapa-i Geleng tanggal 2

Maka, sekitar jam 10an aku keluar dengan badan lemas. Berjalan ogah-ogahan sempoyongan, bersusah payah menyeret badan. Nyaris terjatuh berkali-kali karena asal melangkah. Berlama-lama berjalan di bawah pohon nangka sarat buah di depan taman kehutanan untuk mendapatkan alasan boleh tidak ikut ujian; tertimpa buah nangka yang jatuh dari pohonnya.

Tapi nyatanya tidak ada buah nangka yang jatuh. dan aku tetap harus mengikuti ujian balaghah dan kelas terjemah. Mau tidak mau. Suka tidak suka.

Sampai akhirnya ujian balaghah itu lewat juga dan aku mendadak bergairah karena akan tampil dalam penutupan Korean days hari ini. Mau bagaimana? Terkadang memang ada hal-hal yang kita tidak bisa memaksakan untuk menyukainya.

perform Rampoe tanggal 3

1 comment: