November 3, 2011

Nyata-nyatanya saya memang tidak bisa memendam rindu ini untuk berdiam tenang lebih lama di dalam. Menahan-nahannya untuk tidak keluar.

Udara dingin, dan saya menggigil di depan pintu yg terbuka lebar, masih dengan baju lembab akibat dibantai hujan luar biasa deras tadi siang. Sepanjang rute Kampus-Malioboro. Tapi rindu atas kamu nyata-nyatanya lebih menusuk dari itu. Dari dingin yang dibawa angin yang berdesakan masuk lewat celah lebar pintu. Bahkan meski dengan badan penat kelelahan setelah mengajar Mita gerakan tari yang harus ia hapal untuk perform besok di Purnabudaya.

Bahkan itu semua pun tidak mampu juga membuat saya lupa merindukan. Kamu.

Saya rasa kamu harus bertanggung jawab. Atas dialog-dialog sederhana yang kamu cipta. Yang mencandukan macam narkoba.
Tapi yasudahlah, saya rasa juga mungkin kamu memang tidak tahu. Kamu tidak tahu bagaimana belakangan hari ini, tanpa sadar saya mulai mencari-cari. Tentu kamu tidak tahu, sebab kesadaran ini juga baru saya dapat. Dan saya juga tetap sadar bahwa segala yang mencandukan itu tidak sehat.

Saya rindu kamu. Malahan sejak berhari lalu.

1 comment: