November 14, 2011

Obat Berlembar-lembar


Aku menemukan satu lagi obat yang sama efeknya dengan berjalan kaki, yang dengan ajaibnya entah kenapa selalu bisa merenovasi suasana hati dari tidak baik-baik saja menjadi sudah tidak kenapa-kenapa. Sesuatu yang kusebut efek larutan gula. Seperti air hangat yang menyulap gula tiba-tiba lenyap. Yang kemampuan melegakannya kurang lebih sama seperti tangisan, namun jelas lebih hebat karena tidak membuat mata bengkak =p.

Fakta sebenarnya ialah karena aku sudah cukup merasa bersalah membiarkan segala macam hal meluap tanpa kendali di blog ini. Juga tentang ketergantungan itu, yang aku tulis tanpa dipublish dan sekarang menjadi salah satu penghuni dalam list draft itu. Jadi sebenarnya obat yang satu ini lebih merupakan aksi dari solusi tentang apa yang kupikirkan sembari ngantuk tadi malam.

Obat berlembar-lembar :)

3 comments:

  1. bukannya jika gula dilarutkan dalam air hangat tidak akan hilang? hanya larut, berubah wujud menjadi cair, tidak terlihat, tapi tetap terasa manisnya dan tetap menimbulkan diabetes.

    ReplyDelete
  2. wah, kalau itu sih tergantung pemahaman kita. Bagaimana kalau air hangatnya sebanyak samudera dan gulanya segenggam tangan tuyul? gulanya memang akan tetap larut, tapi rasanya tentu sudah tidak ada. dan itu saya sebut lenyap :)

    ReplyDelete
  3. tidak ada yang lenyap, semua cuma berubah wujud, semua abadi seperti energi, berubah bentuk, berpindah tempat. bahkan saat manusia mati, tubuhnya tidak musnah tapi berubah menjadi partikel lain, dan jiwa manusia? berpindah tempat tentunya.
    jadi jangan lenyapkan apa yang ada, pelihara dan lestarikan warisan budaya kita.
    salam kebudayaan!

    ReplyDelete