November 2, 2011

pada suatu waktu

Maghrip hampir tiba dan asrama putri UKM yang kami tinggali itu semakin riuh saja. Pukul delapan ini, kami diminta tampil untuk yang ketiga kalinya di malaysia. Kali ini di salah satu acara berbau keislaman yang diusung oleh semacam unit kegiatan mahasiswa universiti kebangsaan malaysia.

Maka, sebuah kamar disebelah kamar nomer 19 yang dihuni oleh neng ana-mbak cindy-haroh-dea itu pun penuh dengan teriakan2 semacam “shadow, eye shadownya warna apa?” “kuas untuk blush on dimana? Yg pake terakhir siapa?? Harooohh.. kuas blush on kamu telen yaa?” (pokoknya kalo nyari properti make up langsung nama haroh yang keluar. ;p) “lipstik oiii.. minta lipstiknya..” “ya ampuunn mampus uda jam seginiii..” “ayooo.. yang make up cepetan..cepetan” (ini suara mbak Cindy)

Di tengah segala kegaduhan itu, hape mbak cindy teriak-teriak dari sela tumpukan bantal dan make up, kami pun yang awalnya heboh bermake up ria menemukan kehebohan baru : mencari hape mbak cindy. Ternyata kak zam2 yang nelpon, beliau bilang cowok2 terjebak macet dan mengusulkan untuk membatalkan penampilan dengan dalih buatan ada salah satu anggota kita yg sakit jadi kita nggak bisa tampil. Kontan anak cewek nggak terima secara kita dah capek make up an. Bahkan dari celetukan2 yang hingar bingar itu, ada yg ngusulin untuk nampil di twin tower aja kalo emang batal tampil di ukm. tp akhirnya kita ttp jadi berangkat k acara semula dengan menumpang 2 biji taksi.

Taksi pertama dihuni oleh haroh, dea, jeni, rahma dan neng ana meluncur duluan menuju alamat yg diberitahu mbak cindy. Sedangkan rombongan kedua sempat terkatung2 nasipnya dengan berdiri di pinggir jalan dengan kostum lengkap dan make up nungguin pakcik sopir taksi yang sudi menanggung kami. Untunglah setelah cukup lama menebalkan muka diliatin mobil2 yang lalu lalang akhirnya ada juga taksi yang sudi berhenti. Mungkin taksi terakhir di muka bumi ini yang tidak menyangka kami berempat pasien berpenyakit kelainan saraf. Ternyata pakcik yang punya taksi itu baru jemput anaknya pulang sekolah, tapi karena waktu yang udah mepet banget sm waktu tampil, kami pun ikhlas aja duduk empet2an berempat macam bandeng siap presto.belum lagi tika yang mesti memangku tasnya sendiri dan mbak cindy yang mesti mangku tas anaknya pakcik taksi.

Jalanan padat dan langit mulai gelap. aku, tika, nike, mbak cindy mulai panik karena jam 8 udah lewat. Untung pakcik yang baik hati itu bersedia mengantar kami lewat jalan pintas dan motong jalur arah berlawanan pula.. “buat kalian yg nak kasih persembahan ken. Tak pe lah pakcik potong jalur.. dah jauh2 di import dari indonesia ken.” Kata2 pakcik itu bikin kita terharu betul. Terima kasih pakciiiiiikkkkk... dan akhirnya dlm beberapa menit setelah berjuang merayap diantara mobil2 yang dilanda traffic besar2an kita pun sampai di istana budaya yang dimaksudkan kak zam2. Begitu turun dari taksi, hal pertama kali yang aku lakukan adalah berlari ke depan istana budaya mencari2 rombongan penari rampoe yang lain yang memilih berlari karena taksi yang mereka tumpangi tak juga bergerak dari tempatnya.

Membayangkan mereka berlari2 dengan kostum lengkap menyala, dijadikan bahan hiburan gratis oleh segenap masyarakat malaysia yang saat itu sedang suntuk terjebak macet di mobilnya. Ngeri, membayangkan mereka grabag-grubug naik jembatan penyembrangan yang kata pakcik taksi tadi sering terjadi aksi perampokan disana. Gimana kalo mereka beneran dijambret, dirampok, lehernya digorok, diculik, dijual, dimutilasi? Untunglah sebelum imajinasiku semakin liar, mataku langsung menangkap bayangan perempuan dengan kepala yang terlihat aneh karena ada hiasannya. Itu mereka!

Maka terjadilah pertemuan yang mengharukan macam yang aku lihat di acara2 kayak jalinan kasih yang ad di tivi. Saking terharunya saudari tika bahkan sampai muntah2 segala. Hahaa.. dah akhirnya setelah segenap penari tim rampo lengkap kita baru menyadari sebuah fakta bahwa istana budaya malam itu begitu sepi. Mbak cindy berusaha keras menelpon k zam2 tp tak diangkat. Untung akhirny bang zaki menelpon yg berujung pada kesimpulan bahwa kami salah tempat! Acaranya bukan di istana budaya, tapi di asrama ukm di taman titiwangsa yg masuknya LEWAT istana budaya bukan MASUK istana budaya.

Mendengar itu, rombongan yang habis lari sprint sekitar satu kilo macam haroh pun langsung bereaksi. Dan saudara saudaraa.. terjadilah adegan mengharukan untuk yg kedua kali. Hanya saja jika yg pertama berurai muntah kali ini benar2 berurai airmata.

satu hal yang saya banggakan dari keadaan rumit saat itu ialah, anak perempuan masih semangat tampil. Terbukti dengan keputusan berjalan kaki berkilo kilo lagi untuk sampai ke tempat acara yg sebenar2nya dan bukannya menunggu anak cowok menjemput dengan pertimbangan jalan yang saat itu sedang macet total. Saat itu yang saya sadar, ini baru namanya profesional.

Salut buat jeni, haroh, rahma, dea, neng ana, tika, nike, mbak cindy dan saya sendiri. Belum lagi dengan fakta rahma yang perutnya habis ketabok pintu taksi.
*aplause sambil salto.

Maka bergeraklah kami, rombongan bling-bling merah putih menuju kampus ukm dekat monorel chow kit yang kami pikir merupakan tempat berlangsung acara. Untunglah, tepat sebelum kami keluar pagar muncul bang zaki dan yogi dengan setengah berlari. Ternyataa.. oh ternyataa.. tempatnya bukanlah kampus UKM seperti yg kami kira. Asrama ukm terletak sekitar 500meter di belakang istana budaya. Untunglah, tak lagi jadi nyasar.

Di tengah jalan, melewati pepohonan yang mencekam. Rasa2nya saya ingin menangis saat itu juga. kenapa tujuan awal untuk mencari senang mlah menjadi sebegini menyengsarakan? Belum lagi teringat teman2 lain yang tadi berlari2 di pinggir jalan yang saat ini pasti sedang sangat kehausan. Untung mereka nggak ditangkap petugas keamanan karena dianggap mengganggu ketertiban.

Beberapa menit berjalan kaki, akhirnya kami sampai juga. dan yang lebih mengenaskannya, cobaan seperti tak selesai disitu saja. Bahkan ketika sampai di depan gerbang pun kami masih harus distop satpam dan dilarang masuk. Maka jadilah, lagi2 kami harus rela bergerombol di depan pagar macam sapi mengantri diQurban menunggu kejelasan nasip yang tak juga terang. Yang jelas, saya semakin kesal. Tapi saudari tika musfita menggunakan momen ini untuk membongkar tas hitam segede kardus miliknya demi mencari kaus kaki hitam properti menari yang entah terselip dimana.

Setelah lama menunggu sampai kaus kaki hitam saudari tika ketemu, (bayangkan saja seberapa lamanya itu) kemudian hanif datang seperti membawa kejelasan. Entah kejelasan macam apa, tapi setelah itu, kami diperbolehkan masuk. Begitu masuk, kami langsung menyerbu bangku2 yang ada dan bertebaran di koridor asrama ukm. beberapa orang sial karena ternyata ada bangku yang basah. Dan selanjutnya datanglah kak fahmi membawa segalon mini air putih untuk kami. diikuti dengan beberapa panitia yang mengklarifikasi jam berapa tepatnya kami tampil nanti.

Adegan ini seharusnya menjadi sebuah adegan yang melegakan, air putih sudah ada dan kami telah sampai di tempat acara, tapi fakta bahwa ternyata kami akan tampil jam 11 membuat kami lagi2 menelan ludah. Ini maksutnya apa?

Akhirnya setelah segala rusuh disana sini, diputuskan bahwa kami tidak jadi tampil. Baiklah, akhirnya saya memutuskan untuk berjalan2 sendiri berkeliling asrama yang sangat mirip bangunan kos-kosan raksasa ini sementara semua teman2 berkumpul di selasar untuk membahas apapun yang dirasa perlu dan baru turun ketika forum sudah mau ditutup.

Akhirnya kami diputuskan pulang. Nyeri rasanya membayangkan bagaimana perjuangan kami untuk sampai tapi tak sampai satu jam kami tinggal kami sudah harus pulang. Baiklah, terima kasih banyak.

Sampai di tempat kami menginap, semua orang kelaparan. Sebelum makan kami memutuskan untuk berganti baju dulu. Baiklah, saya akan mengaku bahwa disini saya menjadi anak nakal dengan menghilangkan diri sementara teman2 lain berganti baju dan membuat cemas teman2 lain. [maaf;(] kemana saya dan apa yang saya lakukan sebaiknya d skip saja. Cerita berlanjut ketika ditengah usaha menghilangkan diri tersebut, saya dikagetkan dengan teriakan “kak melyyyynnnn!!!!!” yang sangat saya kenal. Itu suara jeni. Baiklah, saya berhasil ditemukan! Haha...(ngilang sendiri nemu sendiri)

Kami bertemu di salah satu rumah makan. Di tempat makan saat itu kemudian penuh dengan keluh kesah kami tentang kejadian tadi dan merembet ke hal-hal lainnya. Selama beberapa jam kami menguasai tempat makan itu dan mengabaikan tatapan orang2 di sekitar. Belum lagi raut muka aneh pemilik kedai yang membuat kami tidak merasa nyaman. Akhirnya pukul 11 malam kami tergerak juga untuk pulang. Sesampainya di asrama, semua orang berkumpul di kamar jeni, nike, saya dan tika. Agenda acara malam itu ialah main uno. Yang kalah dicoret-coret mukanya pake bedak. Kegiatan sederhana yang menyenangkan setelah kejadian melelahkan.

Malam itu berakhir dengan tawa kami yang berderai, mencorat-coreti wajah siapapun yang kalah, meledek haroh dan neng ana dengan asrul mereka. Membantai habis snack yang dibeli mbak cindy dan tertawa2 menyaksikan haroh memberi label tidak enak pada susu kedelai yang dihabiskannya separuh botol besar sendirian. Mungkin maksutnya tidak enak karena kurang banyak. ;pp

Paling tidak saya senang, karena pada akhirnya, setelah segala hal yang terjadi dgn sebegini miserablenya. Kami punya kesempatan melakukan hal2 sederhana untuk melupakan kekecewaan.

menemukan ini diantara tumpukan file lama
entah dibuat tanggal berapa

1 comment:

  1. Sudah bangkit dan memosting sepanjang ini...

    #eh ternyata file yang tertumpuk :P
    semangat!

    ReplyDelete