December 27, 2011

Kleine-Levin

Pagi ini aku membayangkan perasaan Lily Clarke, gadis penderita Klein-Levin yang mendapat julukan Sleeping Beauty karena penyakitnya. Aku rasa aku sedikit paham. Bahwa ada sisi dari mimpi yang dapat membuat kita sulit meninggalkan. Bahwa ketika kita sudah terbiasa tinggal dalam mimpi, kehidupan rasanya bukan tempat yang nyata lagi. Bagiku, 3 hari kemarin itu mimpi. Aku menghabiskan waktu dengan teman-temanku yang patah hati. Makan bersama; rutinitas biasa yang selalu seru dan ricuh, nonton film, karaokean, ke taman lampion, foto-foto, ke alun-alun, minum wedang jahe tape, naik sepedaan lampu dan hal-hal menyenangkan lain yang kami lakukan dengan rusuh. 3 hari itu seperti mimpi. Bagaimana kami melupakan luka dengan saling tertawa-tawa. Bahwa kami yang remuk redam dengan patah hatinya masing-masing bisa saling menyembuhkan hati-hati yang lain. Seperti di mimpi, karena saat itu kami seperti tidak pernah tahu tentang rasa sakit. Karena di mimpi tidak ada rasa sakit. Dan pagi tanggal 27 kemarin adalah hari ketika aku harus dilempar keluar. Back to the real life. Kembali pada kampus yang entah kenapa enggak pernah bikin aku rindu. Bertemu lagi dengan orang-orang yang itu-itu. Kembali merasa patah hati dengan Balaghah dan Komposisi, dengan Sosiolinguistik. Yang paling hebat ialah ketika akhirnya aku sadar bahwa kehidupan nyata berbalik menjadi aneh dengan tiba-tiba. Segalanya bergerak jauh dari normal. Matahari jadi terlalu panas dan aku terus-menerus berprasangka bahwa ia berniat melelehkanku hidup-hidup. Keheningan entah kenapa jadi 1000 kali lebih mencekam. Suara-suara di kelas balaghah kedengaran seperti dengung lebah yang tidak tertangkap telinga. Tidak dapat dicerna. Jadi, kehidupan nyata sudah menjadi sesuatu yang aku tidak terbiasa. Cause real life is different. So different. U're wound. U're down. U're broken. That's a real life.

3 comments:

  1. wah melyn aku ketinggalan updateanmu ya
    sampek banyak
    aku folo ah
    eh ini ceritanya cewek itu di film apa buku?

    ReplyDelete
  2. waa.. makasi ya kak aniiinnnn. muahmuah ;p
    si Lily Clarke? ini kisah nyata kak. yang terbaru ada tuh di inggris, namanya Louisa Ball, penderita Kleine-Levin Sydrome jg, tp lebih muda.

    ReplyDelete
  3. U're wound. U're down. U're broken. That's a real life.
    But you have to keep alive. Because you have to see how the story ends. *lupa nemu dimana ini kata-kata* :p

    ReplyDelete