December 7, 2011

Sesi Gentayangan Kali Ini

Entah kapan terakhir kali aku menyisakan waktu untuk gentayangan sendirian macam anak hilang. Menghabiskan me-time yang dulu pernah nyaris terasa seperti ritual akhir minggu. Menyatroni area malioboro-taman pintar-shopping centre dan sekitarnya yang entah kenapa selalu terasa ramah. Merasa menjadi orang asing di dalam rumah.

Aku ingat kapan terakhir kali aku menyusuri kawasan Malio tanpa tujuan, tepatnya Pasar Kembang, dari shelter Jlagran sampai stasiun Tugu, sepanjang jalan itu. Mendatangi hotel-losmen-homestay untuk survey kurang kerjaan, membawa pulang berlembar-lembar brosur sampai kosan. Ini menyenangkan meski bukan me-time. Aku bersama P Kruesong waktu itu, seorang Thailand yang sama-sama kurang kerjaan.

Malam ini, entah kenapa rasanya aku butuh keluar. Bukan! Ini bukan galau. Cuma betul-betul ingin berjalan kaki. Merasa perlu menghirup udara malam banyak-banyak untuk sekedar bisa bernafas lega.

Jadi ya begitu, sudah setengah 9 dan aku bergerak keluar. Langit malam ini sepi, cuma ada bulan yang kelihatan seperti lampu GSP yang sudah bertahun-tahun dipakai, sudah minta dipensiunkan. Tapi ada 1 bintang tepat di sampingnya, bercahaya sama redupnya.

Aku berjalan kaki sambil memutar-mutar kunci, mengabaikan tatapan aneh orang-orang di sepanjang jalan kaliurang. Memangnya ini aneh ya? Aku kan cuma perempuan yang berjalan-jalan sendirian. Aku kenal perempuan lain yang juga suka gentayangan kalau malam, bahkan dengan jam terbang lebih malam sampai-sampai sering mengagetkan penjual sate yang berkeliaran; dikira setan. Menurutku, yang seperti itu baru aneh. Jadi kalau pun yang kulakukan ini aneh, setidaknya kan engga terlalu aneh *lirik mbak Anin ;P

Sampai akhirnya ada corong penengah jalan yang jatuh ditabrak mobil ambulans, aku menyeberangi jalan yang sudah sepi, berhenti di tengah, memberdirikannya, meletakkannya tepat di tengah, lantas melanjutkan menyeberang. Aku anggap ini sinyal untuk pulang.

Di depan hotel Ishiro, ada bapak-bapak yang menggelar dagangannya. Segala macam tas dan souvenir dari batik. Dompet, baju, HP case, macem2. Aku enggak pernah tahu di Ishiro ada yang beginian, rasanya macam ketemu Pasar Malam di tempat enggak biasa. Jadilah, akhirnya aku beli tas seharga 25ribu dan dikasih kipas sama si Bapak. Jam 10 sampai kosan niatnya sih langsung tidur, tapi bebarang yang baru kubeli macam teriak minta dipoto.
Yasudah.



4 comments:

  1. oh ini ya wujud yang suka gentayangan? :P

    ReplyDelete
  2. sejenis hasrat menapak bumi di malam hari, melihat dunia bukan dengan kata, Banyak followers ku yang sering terjangkit penyakit macam begitu.
    tapi tunggu, kamu bukan salah satu dari mereka, kamu belum mem-follow aku.

    ReplyDelete
  3. semoga 'anin' disini bukan aku..
    errr... bener bukan kan? haha

    ReplyDelete
  4. mau gentayangan malem itu rasanya creepy aja kalau liat jalanan sekitar kosan udah kosong melompong dari jam setengah sembilan ke atas :|

    ReplyDelete