January 16, 2012

Be With You

pict from here

Hai, apakabar?
Ini suratku yang kedua, setelah surat fiksi pertama waktu itu yang kutulis saat liburan.
Ini sudah musim ujian. Iya, tahu-tahu sudah 6 bulan. Kamu bagaimana? Apa 6 bulan ini jahat atau ramah?
6 bulanku berjalan dengan berat. Ya, kamu tahu aku, semuanya memang rasanya selalu yang terberat. Tapi kamu tahu kan, itu tidak benar, kadang-kadang aku memang suka lebai. Yang sebenarnya terjadi ialah aku mengalami chaos 3 bulan terakhir ini, yang sebenarnya adalah efek lain dari patah hati. Tenang, ini bukan karena lelaki manapun. Alasan lelaki terlalu hina untuk chaos yang sudah hina itu. Ini semua gara-gara nilai jeblok di mid-semester. Hey, jangan coba-coba berani tertawa! Jangan pernah berani menertawaiku di belakang, kamu tahu aku tidak suka, kan? Karena aku tidak bisa lihat.

Tapi asal tahu saja, ini semua juga gara-gara kamu. Kalau saja kamu sudah ada aku rasa chaos itu mungkin tidak akan terlalu parah, atau mungkin bahkan tidak ada.
Aku membayangkan kamu akan menertawaiku (nah, kalau sekarang baru boleh tertawa) yang saat itu sudah mau menangis seperti anak SD yang habis dimarahi gurunya karena kebanyakan main dan tidak membuat PR, kemudian menepuk kepalaku dengan tawa yang akan selalu aku sukai itu sambil  bilang, "udah jangan dipikirin, sini aku beliin es krim"

Lalu kita akan duduk di bawah bayangan pohon pinggir lapangan basket dekat sekolah, menjilati es krim kita sambil menontoni anak-anak SD main bola.

Begitu kan?

Tapi waktu itu memang belum ada kamu. Aku bahkan belum tahu siapa kamu, bahkan sampai saat ini. Seperti  yang kubilang dalam suratku yang pertama kali:
kamu masih fiksi.


pagi yang dingin di tanggal 16
dengan wangi meises ceres cokelat





p.s: kamu tau kan betapa aku suka wangi meises ceres cokelat,
aku pikir suatu saat seseorang harus membuat pewangi dengan aroma ini
atau nanti aku akan memborong semua ceres di supermarket, menempatkannya dalam mangkok, bukan untuk dimakan, tapi agar wanginya mengitari kamar:)

No comments:

Post a Comment