January 9, 2012

di jeda UAS

Mencuri waktu sebentar di antara belajar untuk UAS matakuliah komposisi 2.

Senang rasanya bisa melewati ujian sosiolinguistik tadi dengan hebat. Iya, hebat kalau dibandingkan dengan ujian tengah semester kemarin yang di waktu ujian aku malah sebar-sebar sms announcement latihan. Itu saking hopeless. Saking nge-blank enggak tahu harus isi apa. Saking ngarang pun sampe enggak bisa. Memang begitu kalau orang ujian emoh nyentuh buku.

Dan semuanya memang udah di atur macam hukum fisika. Enggak belajar waktu ujian pasti berujung pada sesuatu yang enggak baik-baik saja. Dan aku memang enggak baik-baik saja setelahnya. Nilai UTS itu menghempas macam efek domino. Chaos yang kemarin itu.

Tapi kupikir, chaos itu memang ada gunanya juga. Kalau enggak gitu, mungkin UAS kali ini masih males-malesan. Heran ya, kadang-kadang sesuatu yang buruk malah bisa memotivasi kita lebih dari apa pun. Karena rasanya memang betulan enggak enak. Bikin trauma!

Jadi ya UAS kali ini semacam pembayaran atas rusuh yang udah terlanjur mengacau di awal.
Syukurlah, sejauh ini rasanya membahagiakan. Meskipun aku tahu, ini bukan karena aku kemarin belajar seharian, tapi lebih karena dzalim itu bukan sifat Tuhan. Dia membalas semuanya, kok. Setimpal tanpa curang. Sukses Ujian itu kan memang tergantung ikhtiar.

Jadi mari mulai belajar lagi!
Semangat berjuang ya, mel!

2 comments:

  1. the experience is the best teacher
    jadi kaan itu semua pengalaman dan jangan diulangi lagi

    backlink yow :D

    ReplyDelete