January 14, 2012

gimana kalo dicoba dulu?

Lama-lama aku mulai bosan juga pada sanggahan-sanggahan yang mereka bilang harus dipikirkan.  Pada pertanyaan-pertanyaan pesimis "Apa Realistis?" yang dilemparkan berkali-kali dalam keheningan yang menyebalkan. Dan yang paling hell dari semua ini ialah bahwa kemungkinan-kemungkinan yang  mereka bilang harus dipikirkan itu juga bahkan masih berupa sesuatu yang abu-abu. Yang kalau pakai istilah fanny dan azka merupakan rentetan kata bagaimana yang what-the-hell-yeah minta ampun.

Gimana kalo tempatnya enggak ada?
Gimana kalo ada tapi jauh dari penduduk desa?
Gimana kalo pada enggak mau?
Gimana kalo ada yang begini, blablablabla dan kita enggak bisa handle?
Gimana kalo...


Plis ya, semua itu cuma perlu antisipasi, bukan berarti harus dieliminasi.
Aku ingat perkataan seorang teman dari seorang teman yang sampai ke telingaku suatu malam.
Kalo lo mau lakuin sesuatu, jangan mikir bisa atau enggak? Lo lakuin aja dulu, nanti juga bisa sendiri
dan kalo memang ternyata enggak bisa, yaudah. tapi kan kita nggak akan pernah tahu kalo nggak nyoba.

-sebelum pergi mandi-

1 comment: