January 25, 2012

lorong

Kamu tau apa yang terlintas dalam pikiranku ketika aku menelusuri lorong gelap itu tadi?

Sudah jam 9 lewat dan pagar yang seharusnya sudah terkunci itu ternyata belum terkunci. Aku teringat kamu yang pada suatu malam pernah kusaksikan menelusur lorong ini. Aku lupa apa malam itu sebegini banyak bintang, tapi kurasa waktu kita bersamaan. Iya, aku memaksa waktu menghubungkan kita. Menjadikan itu bukti bahwa kita terhubung walau dengan hal yang sebegitu sederhana. Ah, kita? Lucu, menyaksikan aku yang tiba-tiba saja menciptakan kita. Ini rekleks! kalau kamu mau tahu, atau juga... harapan.

Baiklah, begini saja. Mari sudahi ceracauan ini dengan mengurai kita yang fiksi itu kembali menjadi aku dan kamu saja.

Faktanya hanyalah aku yang melewati lorong gelap itu malam ini, memikirkan kamu. Membayangkan kamu melakukan sesuatu pada waktu-waktu sesaat tadi. Barangkali kamu belajar, atau mungkin malah sedang bahagia mengobrol via dunia maya dengan perempuan yang kamu suka, atau bisa juga sedang mengomentari threat ini itu pada sebuah situs yang di sana seseorang yang kukenal berjualan online jam dinding unik minimalis :P

Ada banyak yang bisa kamu lakukan, di sana: di sebalik tembok bisu lorong, pada kamar yang sekarang sedang kosong.

Selamat Tengah Malam :)

No comments:

Post a Comment