January 11, 2012

Selasa

Langit hari ini minta dipeluk.

Hari ini aku berjalan pulang dari kampus-kosan sambil tersandung-sandung entah berapa kali. Aku tau bahwa seseorang harus memperhatikan langkahnya setiap kali berjalan, tapi langit cerah pagi tadi betul-betul susah diabaikan. Bagaimana bisa sesuatu bisa kelihatan begitu luas dan begitu membuat nyaman. Seperti minta dipeluk!

Setiap kali lihat langit, aku ingat kak nadia. Bukan, ini bukan karena Kak Nadia seperti langit. Cuma, kakakku itu memang suka langit. Dia jatuh cinta sama langit.

Ulangan komposisi II hari ini bisa dibilang lumayan. Walaupun ada beberapa materi yang sudah susah payah kuhapal tapi ternyata enggak keluar. Kalau dulu mungkin aku akan mengutuk kesal karena sudah capek-capek belajar. Rasanya juga tetap nggak enak kali ini, tapi masih lebih baik daripada enggak bisa jawab karena nggak belajar sama sekali.

Begitu pulang ujian aku langsung ke Bank. Kemarin Mbak Reni nelpon lagi, katanya ada surat yang perlu ditandatangani. Aku enggak tau kalau ternyata ngurus ATM yang hilang itu bisa seribet ini; bolak-balik ke Bank sampai 4 kali :(

Niatnya, hari ini aku mau ngerjain lanjutan tugas UAS Kritik Sastra, tapi apadaya waktu pulang-pulang singgah di kamar zahra, nengokin dia, ternyata dia lagi nonton film bridesmaid. Yaudahlah, akhirnya aku ngadem di kamarnya sambil balas-balas sms sampe enggak berasa filmnya selesai. Padahal tahun ini targetku cuma boleh nonton film 10 kali, siisanya harus nulis, nulis, dan nulis. Iya, memang kayaknya mustahil, tapi harus begini kalau mau target-targetku tercapai semua. Lagian kan juga udah janji sama Kak Adhi, Kak Nadia, Bang Hil (abis UAS aku fokus kelarin proyek deh, kak. Beneran!)

Agenda ngerjain tugas Kritik Sastra pun terpaksa mundur dari abis pulang kuliah ke abis makan siang, lalu mundur lagi dari abis makan siang ke abis shalat ashar, dari abis shalat ashar ke nanti malam, dan dari nanti malam ke entah kapan.

Hehe, klasik!

Gara-garanya ialah anak-anak-kos-tengah-UAS-yang-pada-frustasi-dan-gelap-mata-karena-besok-nggak-ada-ujian tiba-tiba merusuh menginvasi kamar. Dan selanjutnya memang berlangsung dengan klasik, diskusi tidak terarah dari mulai operasi plastik korea yang fenomenal, rezim Dinasti Kim Korea Utara dengan politik luar negeri tertutupnya, stalking FB si ini dan si itu, ngemeng-ngemeng soal KKN, cerita itu ini sampe mabok dan sebagainya dan sebagainya..

Kerusuhan sebenarnya baru terjadi waktu Azka mencetuskan ide untuk nonton film yang menurutnya paling goblok sedunia "Euro Trip", mengacaukan niat "abisinimaubelajar" aku-Mita-Zahra yang mulia. Mita bilang besok aja, karena agendanya malem ini mau belajar, tapi aku bilang terlanjur basah, kalau memang mau ya sekarang. Mulai besok pagi aku merencanakan kamarku terkunci dan enggak kenal mereka sama sekali :P

kamar rusuh
enggak tahu kenapa kamarku sering diiri2in disebut paling luas (aku rasa ini tergantung hati penghuni ;p). Konsekuensinya ya harus selalu sabar setiap kali kamar dijadiin tempat mandi cuci kakus, haha.. enggak ding, emangnya MCK? jadi tempat makan-gosip-rusuh sih iya.



biam jadi berlumuran nasi. Kasihan kamu, biam :'(





Jadi agenda rusuh tadi malam ialah masak (pake kompor listrik Mita yang diangkut ke kamar), makan, ketawa-ketawa, ngorol (termasuk curhat colongan dan hina-hinaan), nonton dan kutex-an. Dan percayalah semua dilakukan dengan rusuh dan barbar. Tapi filmnya nggak meaning banget sebenarnya, tentang 4 orang remaja baru lulus SMA yang trip ke Eropa, filmnya agak jorok, kocak juga menurutku biasa aja. Jadi ya dibanding fokus nonton aku lebih fokus ngutex-in Azka (tentu saja dengan berbagai komplain bernada prihatin dari yang bersangkutan), ngefotoin candid dan ngegilirin piring (termasuk suap-suapan karena 10 kuku jari tangan yang masih basah sama kuteks merah).

Total kerusakan akibat kerusuhan malam itu memakan korban 3 bungkus mi instan (1 punya mita, 1 punyaku dan 1 punya Azka), beberapa butir telur puyuh punya Mita, 3 botol kuteks & removernya, setoples keripik lampung rasa mocca, kecap Bango, 1 sendok makan & 1 garpu, 3 buah piring berjenis 1 piring plastik, 1 piring normal dan 1 piring penjara, beberapa liter air galon serta berlembar-lembar tissue.

Aku tahu, yang begini ini memang kelihatan waste dari luar. Ngobral-ngobol dan mewarna-warnai kuku hanya untuk dihilangkan dalam 10 jam ke depan. Tapi memang menyenangkan sekali punya saudara-saudara perempuan seperti ini yang bisa diajak berbagi apa saja dan melakukan banyak hal menyenangkan beramai-ramai. Yang selalu bisa membuat tertawa sesusah apapun rasanya kita. Seperti buku novel anak kos dodol punya mba dedew-rieka yang enggak bosen-bosennya aku baca. Kurasa aku menemukan tempat seperti itu. Di sini, di Mahendra Bayu.

Dan nanti adalah yang seperti ini kan yang akan terus diingat dan jadi kenangan. Terima kasih ya untuk menutup hari ini dengan menyenangkan :)

Tapi sekarang waktunya belajar.
dengan biam
di kamar 14 setelah jejak-jejak rusuh hilang

3 comments: