January 1, 2012

Stereotype

"...ternyata anak sastra arab ada yang seceria kamu,"

Aku masih belum betul-betul paham maksud kata-kata Iqbal yang dia cetuskan dengan heran waktu dinner ramai-ramai kemarin malam. Barangkali memang cuma sekedar ungkapan takjub biasa, sesederhana seruan "astaga," sewaktu mendapati sesuatu yang menurut kita enggak biasa. Tapi bagiku malam itu, efeknya enggak sesederhana itu. mmm... bagaimana ya menjelaskannya?

Mungkin begini saja, mari bayangkan seorang teman lama orang tua kita memasang tampang tidak percaya ketika kamu dikenalkan lantas selanjutnya berkomentar, "Ya ampuuunnn.. ini beneran anak kamu? Kok beda banget?"

iya, seperti menjadi saudara yang sangat berbeda dari saudara-saudaranya. Merasa lain, berbeda, asing.

Jadi ternyata dinilai dengan stereotype memang seringkali tidak menyenangkan. Tapi menjadi di luar stereotype juga bisa tidak menyenangkan.


1 comment: