June 8, 2012

malam jum'at

Rencananya, pilihan hidup tenang malam ini ialah internetan di lantai sambil makan roti bakar keju-cokelat sendirian, lalu beranjak tidur dengan wangi minyak kayu putih membaluri badan ketika hujan beranjak besar. Iya, setelah seharian kelaparan karena tidak sempat makan dan dua hari berturut-turut tidur dengan tidak layak akibat tugas yang terlanjur bangsat, maka roti bakar yang diidamkan sejak seminggu lalu itu, tentu merupakan penutup hari yang seru.

Tapi itu adalah ekspektasi, realitanya begini:

Pulang-pulang setengah 11 malam dengan pakaian basah kuyup sehabis menempuh rute kosan-giwangan via ringroad (bonus nyasar). Dibantai hujan besar, kena ciprat comberan 2 kali dari ujung kepala sampai kaki (dan itu tanpa mantel). Lalu bertahan satu jam dengan pakaian basah berpasir yang lengket di kulit, kepala pusing ingin tidur, tapi -entah kenapa- masih saja bisa tersenyum. Kadang kala, hal-hal sial macam begini berkemampuan juga membuat orang bahagia.

Maka selanjutnya, izinkan angan-angan tidur nikmat itu tetap bisa dilanjutkan setelah raga yang benar-benar terasa sudah habis dibantai.
Dari sini, pilihan hidup tenang itu sederhana saja: sholat isya lalu tidur nyenyak dengan badan yang mulai demam meriang, yap! dan tentu saja wangi minyak kayu putih yang -entah kenapa- selalu terasa menenangkan.

Sudah lewat pukul satu
Selamat malam, semoga besok tidak telat sholat subuh :)

No comments:

Post a Comment