October 3, 2012

di bawah lampu

Seharusnya  aku ada di sini dari awal: duduk di bawah lampu tanpa berpikir apapun sembari menahan mual.
Tepat begitu menyelesaikan urusan dengan indomi goreng telur yang seharusnya tidak boleh lagi aku telan.

Akhirnya bertemu setelah seharian merindu faktanya memang melegakan, tapi itu pun buat apa kalau pada akhirnya cuma mengantar kita kembali pada titik yang sama. Bukankah kita sudah sama-sama lelah? Tapi apa yang salah? Bagaimana bisa kita saling berteriak menginginkan hal yang sama tapi dengan bahasa berbeda? Atau mungkin ini cuma sesederhana masing-masing kita memiliki gagasan sendiri mengenai cara bagaimana mesti bersama?

Bahkan, mungkin jawabannya sesepele egoisme.

Maka, maaf.
untuk aku yang terlalu sulit, selalu senang membuat segalanya jadi rumit.
untuk aku yang sedikit-sedikit merengek minta lepas atau terkadang terlalu keras.

Terima kasih telah bersabar sejauh ini dan semoga kamu tetap sabar sampai nanti. Pada hari hari ketika hati milik aku mengeras lagi, semoga ketenangan yang kamu bilang aku berikan tetap setia berdiam di sana, di dalam hati milik kamu yang selalu terasa seperti rumah :)

bulan entah di mana, tapi langit dari bawah sini warnanya merah
pada oktober di tanggal 3
22:25

No comments:

Post a Comment