January 10, 2013

Semacam Post Pembuka

Jadi ini beberapa gambar yang saya ambil selama KKN. Dibandingkan teman-teman serumah, saya merupakan orang yang paling sering merasa takut akan mati bosan jika harus berada di rumah seharian. Tidak seperti para anak lelaki yang cukup mampu membunuh waktu dengan hanya tiduran  di hadapan laptop dan bermain game, ataupun seperti beberapa lainnya yang memilih melewatkan waktu santai dan merasa cukup  terhibur dengan menontoni Zoey Deschanel dalam serial New Girl, saya lebih suka berjalan-jalan keluar masuk perkampungan. Meet peoples, play with childrens, and take a lot of pictures, itu senjata saya agar tidak mati bosan. Maka inilah, yang membuat saya dikenal sebagai anggota keluarga yang doyan kabur-kaburan. 

Hari ini saya membuka-buka lagi album foto saat KKN dan tiba-tiba sadar bahwa sepertinya saya mulai merindukan banyak hal. Bisa jadi ini bagus karena itu berarti hati saya perlahan-lahan sudah mulai bersih dari kejadian-kejadian tidak mengenakkan saat KKN. Mungkin memang sudah saatnya :')

Hari ke-2 di tempat KKN saya berkenalan dengan anak-anak ini. Saya penasaran dengan bola-bola yang  mereka buat dengan tangan untuk kemudian dengan itu mereka saling lempar. Kata Ardi, biasanya bola-bola itu isinya air seni. Ew!

Ini lapangan tepat di belakang Balai Desa. Setiap siang, ramai anak-anak main bola.
Saat itu saya jadi penjaga gawang :D

Entah kenapa di sana saya paling suka memotret langit dan pohon kelapa. Gara-gara itu saya jadi terinspirasi bikin kisah cinta tragis antara pohon kelapa dengan langit.

Ini saya ambil di taman bunga yang entah sedang dalam perbaikan atau malah pembuatan di dekat puskesmas.  Saya suka ngegodain mas-mas yang sepanjang pagi dan siang mengerjakan taman bunga ini sendirian. Puasa-puasa dan panas terik pula, saya sering kasihan. Bodohnya, sekian lama ketemu tiap hari dan saling ledek-ledekan kami malah nggak kepikiran saling tuker nama :(
Kalau dipikir-pikir aneh juga, kamu bisa kenal sama seseorang, ngobrol dan ketawa-ketawa bareng tiap hari sama orang itu, tapi nggak tau dia itu siapa, namanya apa dan rumahnya di mana.

Diambil di tumpukan semak dan tanaman bunga yang tumbuh di samping SD dekat rumah. Suatu siang saya kebosanan setengah mati, eh pas lagi kabur jalan-jalan ternyata saya enggak sengaja diliat sama Ardi. Sejatinya mau foto si lebah, eh tapi takutdigigit nggak dapet fokusnya. hahah.. 
Sore masih muda, tapi di langit sudah ada bulan.
Siang itu, saya lagi jalan-jalan sendirian mau nyari batas desa. Hahah iya, saya memang sebegitu isengnya.
Saya jalan jauh sampe perkampungan paling belakang balai, dan kemudian nyasar di pekarangan rumah orang :P

Daaan inilah dia sekolah. Tepatnya SD negeri 5, sekolah ini cuma punya 3 kelas, kelas 4,5 dan 6 sementara kelas 1, 2,dan 3-nya ada di SD negeri 3, jadilah kedua SD ini saling titip-menitipkan murid. Aneh ya? Jangan heran, ini karena kekurangan tenaga pengajar. Kedua SD ini saling bersebelahan, cuma terpisah sebatang sungai.
Haha, jadi ceritanya saya mau ke SMP tapi gaya sok-sok mau potong kompas lewat sawah. Bisa ditebak kan gimana ending-nya? Saya nyasar di ladang orang dooong. <=== Orang gila. Nyasar malah bangga.
Mata pencaharian penduduk di desa tempat saya KKN, sebagian besar penderes. Ini alasan kenapa pekarangan setiap rumah hampir pasti isinya pohon kelapa.




Ini gubuk bambu favorit saya. Letaknya di pinggir lapangan rumput belakang balai desa. Setiap tengah hari  2-3 bapak-bapak tua rutin mengangon kerbau-kerbau mereka. Menulis di sini bikin betah, gambar-gambar di atas itu alasannya :)

Selain di sini saya juga suka nongkrong di gubuk tengah sawah. Cuman akses ke sana lebih susah, harus meniti pematang dan resiko berpapasan dengan anjing-anjing penjaga ladang. Jalan pulang malah lebih ekstrem lagi, turun ke sungai lalu menerabas hutan kopi. Selain itu juga riskan ketemu ular, jadi saya cuma pergi ke sana kalo bener-bener lagi nggak pengin ketemu orang-orang.
Lagi main di pantai, eh ketemu ular. Padahal biasanya mah cuma ketemu kulitnya  doang.
H-sekian sebelum pulang. Saya ke pantai pandansari ini bareng anak-anak SMP yang kelasnya selama 3 minggu secara rutin satu jam seminggu 4x saya masuki
Saya sudah mulai lupa nama-nama mereka. Padahal di minggu-minggu terakhir KKN kami melakukan banyak hal-hal menyenangkan. Ada hal-hal yang ingin saya lupakan dari KKN tapi jelas-jelas bukan mereka. Karena mereka itu bagian berharganya :'(

Jadi sebenarnya saya cuma butuh waktu untuk membiarkan hati saya benar-benar sembuh. Sampai rasa muak saya hilang. Lalu saya bisa menceritakannya dengan cara sebagaimana nanti saya ingin mengenang masa KKN ini, merindu yang menyenangkan dan terasa ringan. Dan seperti yang saya tulis pada judul, ini hanya post pembuka. Masih ada banyak hal dan peristiwa yang mesti saya tulis sebelum lupa.

Saleum :)

setengah 10 malam sebelum belajar untuk ujian

6 comments:

  1. foto-foto macro nya (eh bener gak sih itu namanya?) bagus bangetttt~

    ReplyDelete
  2. fotonya bagus2.... :)
    emg kkn di kota mana?

    ReplyDelete
  3. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  4. :miwwa: heheh.. itu sih, karena bagus objeknya, miwwa xD

    :denu: eh, ini devita apa nunu? gambar2 yg dibuat devita juga lucu2. aku ngefans loohhh. di kota mana? tunggu post selanjutnya. heheh :')

    ReplyDelete
  5. hasil jepretannya keren keren mel.... sukaaa banget liatnya :)

    ReplyDelete
  6. :mba wina: iya mbak, pemandangan di tempat KKN memang keren-keren :D

    ReplyDelete