January 16, 2013

tanggal 16

Akhirnya saya berhasil pulang dalam keadaan tidak terpotong-potong. Tidak dimutilasi apalagi diculik. Kekhawatiran sekejap mengenai resiko yang mungkin terjadi manakala keluar di atas jam 9 malam dengan orang tidak dikenal terbukti cuma kekhawatiran. Sekarang saya sudah aman di kamar, menegak air putih banyak-banyak demi menahan lapar akibat belum makan sejak siang. Paling-paling sebentar lagi saya akan merebus mi instan, dengan telur mata sapi rebus dan irisan cabai. Badan saya pegal-pegal.

Hari ini saya menghabiskan separuh pagi dan siang dengan belajar bahasa ibrani untuk ujian besok. Materinya banyak dengan kerumitan yang bikin mabok. And i did mabok. :P
Maka akhirnya pelarian itu berupa berkendara sepanjang ringroad menerabas hujan sampai ke bandara, yang well-yeah, tentu saja bonus nyasar-nyasar seperti biasanya. Kemudian disusul dengan tergopoh-gopoh menaiki tangga lantai 3 gedung Plaza karena sudah terlambat untuk latihan. Menari kesetanan, lalu pulang untuk mandi dan kembali pergi melunasi janji. Lalu pulang lagi, lalu pergi lagi. Raga saya letih, tapi tidak dengan hati. Bukankah berbuat baik kepada orang lain itu rasanya menyenangkan? Lalu orang lain itu akan tergerak berbuat baik kepada orang lain yang lain lagi karena tahu betapa ditolong itu rasanya sebegitu bersyukur. Lantas begitu seterusnya.

Maka selanjutnya mari kembali pada ibrani. Kembali pada huruf-huruf kotak serupa yang menggunakan titik sebagai penanda vokalnya. Kembali pada ketakberbedaan huruf res dan dalet serta rumitnya mem dan lamed. Pada unik bentuk sin dan sade.

Kemudian saya akan meraih sebungkus mi dan telur untuk di rebus. Lalu beberapa potong cabai.

Semangat Ujian. Selamat Belajar. ='D

sebelum merebus mi instan dan sholat waktu malam
11.25 PM

1 comment: