January 17, 2013

TAWAR

Saya cuma kepingin tidur begitu pulang. Tanpa amarah, tanpa rasa, cuma tawar saja. Saya tidak menertawakan kebodohan sebagaimana kemungkinan yang paling biasa saya lakukan, tidak pula merasakan penyesalan yang sudah jelas-jelas tidak berguna. Tidak membodoh-bodohkan diri saya sendiri, apalagi melakukan pelarian lewat eskrim dan kopi. Saya cuma mau tidur.

Kadang-kadang sesuatu yang negatif memang perlu ditumpahkan, butuh dikeluarkan, agar tidak mengendap sampai busuk lalu menginfeksi bagian-bagian lainnya. Supaya tidak menyebar. Tapi ada situasi saat kita pada akhirnya cuma bisa diam. Dan segala apa yang bisa kita rasakan cuma tawar. Entah mungkin karena sudah terlalu terbiasa.

Saya mungkin sudah mati rasa.

-

1 comment: