January 24, 2013

The Price


Selalu ada harga yang harus dibayar untuk segala sesuatu kan?

Tinggal 9 menit sebelum jam 12 tapi saya nggak bisa tidur. Badan saya lemas dan panas begitu selesai mandi tadi, efek biasa setiap kali habis berenang dan beberapa kali menelan air kolam. Memang selalu ada harga yang harus dibayar untuk segala sesuatunya, kan?  Badan yang panas setelah berenang, tenggorokan yang meradang sehabis makan es krim. Selalu ada efek yang mesti ditanggung. Hanya saja segala hal-hal berefek sakit itu akan tetap dilakukan selama dianggap worthed.

Semestinya sama juga dengan jatuh cinta kan? Betapapun juga sakitnya  adalah kepastian, bukankah setidaknya selalu ada hal-hal yang membahagiakan.

Jadi saya kan tidak seharusnya menerus lari.

Ah, saya juga tidak tahu buat apa saya menulis ini. Mungkin saya sedikit khawatir juga dengan diri saya sendiri. Mendapati saya yang mengambil spasi. Sebegitu takutnya kah saya untuk jatuh? Atau ini cuma akibat merasa sepakat pada keyakinan Cath dalam Bookends, yang terlampau penuh? Bahwa di dalam jatuh cinta, rasa bahagia dan sakitnya seringkali tidak sepadan.

Atau barangkali saya memang merasa tidak aman.

Tapi mungkin boleh-boleh saja mengambil spasi. Karena bukankah dalam segala sesuatunya, yang patut diperhitungkan pertama kali adalah hati kita?




2 comments: