March 12, 2013

lagi random, pengen nulis dan ingat kamu

Akhirnya aku pulang. Seharusnya rumah menjadi peraduan nyaman setelah 2 hari malang melintang di kota orang tapi nyatanya tidak. Kembali pulang ternyata membuat aku kepingin melarikan diri lagi. Kemanapun asal bukan di sini. Terlepas dari segala tuntutan dan deadline-deadline, berjarak dari orang-orang yang kukenal, secukupnya saja, hanya untuk tidak terjangkau dari kata-kata berbisa yang mungkin mereka lepaskan tanpa pikiran panjang. Bahwa sesungguhnya ada kata-kata yang potensial membuat hati berdarah-darah. Oh, sudahlah. Paling-paling mereka juga tidak sadar.

Barusan aku membacai lagi post-post terdahulu. Pada rentang waktu 2011 hingga awal-awal 2012 dimana aku masih memiliki banyak waktu memanjakan kaki dengan berjalan-jalan ke sana ke mari. Menjelajah tempat-tempat yang dekat namun asing, membuang-buang senyuman kepada siapapun di sepanjang trotoar. Meluangkan waktu untuk jadi lebih perasa. Merasa kaya.

Lalu kembali ke rumah.
Kali terakhir aku berkeliaran di jalan Malioboro rasanya sudah sangat-sangat lama. Mblusukan di sela gang-gangnya sampai turun senja. Lalu beli eskrim gerobakan untuk dimakan di Taman Pintar. Sudah lama juga rasanya tidak lagi melamun di Lempuyangan. Sungguh terkutuk memang aturan yang membinasakan tiket peron. Yah, mau bagaimana lagi.

Kemudian malam ini ada kamu yang tidak mau hilang dari kepala. Menempel dengan liat seperti lintah.

No comments:

Post a Comment