March 25, 2013

Trip Cilacap: Mendoan, Hashtag Kode dan Bapak Perahu

Ini merupakan kelanjutan dari apa yang terjadi setelah acara resepsi Bang Hilmy.

Jam menunjukkan hampir pukul 2 siang, kursi-kursi mulai dibereskan. Aku dan Kak Nadia baru saja selesai sholat dan sedang celingukan mencari Kak Adhi di tempat yang sebelum sholat tadi telah kami sepakati untuk bertemu kembali. Tetapi karena tidak juga menemukan sosok Kak Adhi aku mengajak Kak Nadia langsung ke gedung resepsi. Benar saja, Kak Adhi ada di sana, dirubungi para wanita :P
Di antara perempuan-perempuan itu, yang kukenal cuma Mbak Elvira. Entah bulan kapan, aku pernah diajak mereka ikut rekreasi Jogja-Pacitan, tapi karena sok sibuk menjijikan, aku menolak ikutan, dan akhirnya... menyesal *mengheningkan cipta 3 detik*

Entah ada angin apa Kak Adhi menawari kami berdua untuk ikut dalam rombongan mereka. "Nanti kalian turunnya di Purwokerto, Nadia ke Jakarta, Melyn ke Jogja" katanya. Meskipun tadinya berencana pulang dari Cilacap demi mendapatkan tiket Efisiensi Cilacap yang aku belum punya, pada akhirnya aku menurut saja, yang namanya adik kan memang harus nurut kata kakaknya, maka, segera setelah semuanya fiks Aku dan Kak Nadia segera izin ke dalam gedung untuk pamitan pada Bang Hilmy dan yang lain. "Jangan lupa sering main ke Kalibagor biarpun Hilmy udah nggak tinggal di sana lagi," begitu pesan Bapak saat aku dan Kak Nadia pamitan pulang. Aku mengejar-ngejar Neysa minta dipeluk, sudah harus pulang padahal baru bertemu sebentar dan akan bertemu lagi entah kapan. Kangennya aja belum selesai '"((


Neys :')

Begitu sampai di mobil, aku dan Kak Nadia ternganga. Teman-teman Kak Adhi ada banyak ternyata. Tadinya karena takut tidak muat, aku dan Kak Nadia memutuskan untuk tidak jadi ikut rombongan mereka, tapi karena Mbak Vira dan Mbak Anis meyakinkan dengan separuh memaksa bahwa mobilnya muat, akhirnya aku, Kak Nadia dan 3 wanita seksi lainnya menjejalkan diri di bagian tengah mobil yang Mas Eriz kendarai. Lalu berangkatlah kami.

Destinasi pertama begitu mengambil uang adalah stasiun. Rombongan teman Kak Adhi yang bekerja di Jakarta berniat pulang hari itu juga. Sementara Kak Adhi dan yang lainnya di dalam stasiun, memesan tiket. Aku, Mbak Anis, Mbak Vira dan Mbak Uut foto-foto di luar dengan rusuh. Lengkap dengan properti bunga krisan kuning yang kami ambil diam-diam dari tempat resepsi :P

atas: Mas Gandhi, Mas Eriz, Mbak Yolanda, Kak Adhi
bawah: Mbak Anis, Mbak Vira, aku, Mbak Uut Seksih

Begitu selesai memesan tiket dan makan, ternyata ada agenda main-main di pantai. Entah siapa yang menginisiasi tapi dugaanku pasti Bang Martha. Melihat antusiasmenya yang rela jalan kaki pulang lalu tiba-tiba sudah berganti kostum pantai. Hiyya! :DD


Sepanjang perjalanan rusuh dan seru, Bang Martha mengajak kami ke pantai Teluk Penyu. Diantara kami bersebelas, yang asli berasal dari cilacap cuma Bang Martha dan Mas Gandhi, sedangkan Mbak Anis dan Mbak Uut berasal dari Pekalongan. Maka yang terjadi di dalam mobil adalah perang antar ras karena kedua kubu saling membanggakan daerah asal. Bahkan Mas Eriz dan Kak Andan yang asalnya Bumi Ayu pun juga sesekali terikut masuk dalam perseteruan :P Aku mendengarkan mereka tanpa berkomentar apa-apa, sedikit bingung sebenarnya mereka memperdebatkan apa, yang aku tangkap adalah, ini konflik kesukuan. Jadi melipir saja, haha..

Di ujung horizon tampak sebuah pulau: Nusakambangan. :D
Teringat rancangan-rancangan trip akhir tahun lalu, aku, Kak Nadia, Bang Hilmy dan Kak Adhi pernah punya wacana berkunjung ke pulau ini, tapi sayangnya ndak jadi.


di perahu
Nusa Kambangan merupakan salah satu taman nasional yang ada di Indonesia. Pulau ini terkenal sebagai tempat terletaknya beberapa Lembaga Permasyarakatan (LP) berkeamanan tinggi di Indonesia. Tadinya, pulau ini memilliki 9 buah LP yang dipakai untuk menampung para narapidana maupun tahanan politik, namun LP yang masih beroperasi hingga saat ini tinggal 4 buah sementara 5 sisanya telah ditutup. Selain sebagai tempat tinggal narapidana, pegawai LP dan keluarganya, pulau ini juga merupakan habitat bagi pohon-pohon langka. Salah satunya adalah pohon kayu plahlar yang hanya dapat ditemukan di pulau Nusa Kambangan. Sayangnya, pohon kayu jenis ini sudah banyak dicuri sehingga jenis tanaman yang banyak tersisa tinggal jenis perdu, nipah dan belukar. Konon, pulau ini juga tercatat sebagai habitat terakhir dari bunga the true wijayakusuma, itu loh bunga yang dalam cerita wayang bisa nyembuhin orang yg sudah meninggal. Maka dari sinilah nama Nusa Kambangan berasal yang berarti Pulau Bunga.

aku, Mbak Anis, Mbak Uut, Mbak Vira, Mbak Yolanda, Mas Eriz, Kak Andan, Kak Nadia
Adek yang satu ini doyan banget di poto.
Karena dia tidak mau minggir saat kami mau poto bersama
(yang ada malah Bang Martha yg dilemparinya dengan botol air mineral kosong) akhirnya kami ajak dia ikut foto bersama saja :)
Waktu aku tanya namanya siapa dia menyahut tidak jelas.
Dengung yang sampai ke telingaku namanya Asyin, tp kata Mbak Uut namanya Ajeng.
Entah siapa yang paling ngawur.



Sebenarnya, ada beberapa objek yang dapat didatangi di pulau ini, diantaranya adalah sebuah gua yang berada di areal hutan bakau, lalu ada juga sebuah prasasti peninggalan zaman VOC. Sementara itu, di ujung timur, di atas bukit karang, berdiri mercu suar Cimiring dan benteng kecil peninggalan Portugis.

 

Sayangnya, karena waktu yang terbatas kami belum bisa mendatangi satu per satu objek-objek itu. Persoalan paling krusial lainnya adalah soal sepatu dan baju. Haha.. namanya juga orang kondangan, ya setelannya semua pada rempong, nyaris semua dari kami mendatangi pulau ini dengan bertelanjang kaki. Bodohnya, jalanan di pulau ini ternyata isinya batu kerikil semua, sementara kami belum sesakti limbad maka  akhirnya kami berkeliling pulau dengan perahu, berfoto-foto saja untuk menghabiskan waktu.




Aku bahkan masih ingat rasanya semenyenangkan apa. Cekikikan sampai sakit perut sementara Mas Eriz menyetir mobil. Main ledek sana sini. Sengit-sengitan sama Bang Martha. Ngegombalin bapak perahu. Mbak Uut yang ngekodein abang-abang, juga modus Mendoan :P
Lalu ada aku yang tiba-tiba dijodoh-jodohkan dengan Kak Andan cuma karena menanyakan nama, serta celetukan-celetukan ajaib lain yang selalu mampu memancing tawa.



dan lagu I'm Yours-Jason Mraz+Jar of Heart-Christina Perri yang mengiringi perjalanan kita :'))

2 comments:

  1. hahah.. ini nadia gayanya cuek banget.. jadi pas ya dy.. ke laut gayanya gtu eh sama yang ga pke krudung denk :D yang lain semacam salah kostum :))

    ReplyDelete