April 1, 2013

Fingers. Like Yours.

Ini Yeobo

Memeluk Yeobo jelas-jelas lebih menyenangkan daripada memeluk bantal. Rasanya hangat dan kedua tangannya besar untuk bisa membalas pelukan. Tapi Yeobo tidak punya jari-jari, tangannya yang hangat dan besar tidak punya kemampuan mengusir gusar. Doesn't like yours.
Cause the spaces between my fingers are right when yours fit perfectly.
Kemudian rasanya seperti ditarik ke belakang oleh kenangan. Ada aku di situ, meringkuk di dalam kegelapan sehabis pulang dengan sela jemari tangan yang seperti terbakar.
Benar, memang cuma di dalam kenangan, apa-apa yang sudah berakhir itu dapat hidup kekal.

***
Tulisan dua puluh empat desember. Entah kenapa hari ini aku merasa bebas dan berani, jadi hari ini aku membuka draft-draft lama yang tersimpan berbulan-bulan itu lantas mengeposkan beberapa di antaranya. Ada proses yang panjang antara saat kita merasa pecah sampai menjadi baik-baik saja. Saat menulis ini, aku pasti sedang merindu setengah mati. Aku ingat dulu-dulu sering datang ke kamar Zahra untuk memeluk Yeobo erat-erat. Berharap kerinduan memang benar bisa diserap.

Tapi sekarang tinggal tertawa-tawa saja. Teringat  ceracauan dengan layar  yang pernah aku postkan. Cuma soal waktu, apapun itu, cuma soal waktu. :D

No comments:

Post a Comment