April 21, 2013

yang terekam di dalam draft

Ini quick posting!
Hari-hari belakangan minta ampun rusuhnya. Ini minggu-minggu kritis. Banyak yang mesti diurus. Banyak yang harus dipersiapkan. Jadwal street perform yang mengganas, belum lagi latihan, dan aku yang kemaruk ini bisa-bisanya mengambil hampir semua jenis pertunjukan yang akan ditampilkan untuk festival nanti. Dari angklung sampai tari rampoe, dari tari kolaborasi sampai tari kreasi, yang tidak diambil cuma tarian khusus cowok yang jelas-jelas terlarang untuk kalangan di luar kaum adam. Begitulah.

Sebenarnya cuma ingin mengeluh lelah. Kakiku berhari-hari ini ngilu dan tidak sembuh-sembuh. Badan pegal-pegal di seluruh penjuru. Ah, konsekuensi sih ya. Setiap hari pulang lewat tengah malam dan hampir selalu kehujanan setiap siang. Sekarang ngantuk. Besok ujian sintaksis dan aku belum belajar. Besok juga akan ke jakarta untuk urus visa. Banyak dokumen rekan-rekan dalam tim yang belum terdata. Pakaian juga belum disetrika. Tadi siang juga aku nyasar saat pulang dari nge-les-in Asha di rumahnya dan itu bikin moodku jelek sesorean. Untungnya street perform tadi adalah obat. Menari ternyata selalu bisa memperbaiki kembali mood yang rusak.

Tadi diwasap seorang teman tentang ujian besok. Diajak bikin contekan bareng, tapi entah kenapa sejak dulu aku selalu lebih suka mengarang dibanding bikin contekan, percampuran antara terlalu pemalas dan sifat congkak kurasa.

Ohsudahlah, sekarang matikan lampu saja.


Kata-kata di  dalam draft yang tidak sempat diposkan saking lelahnya.
Jadi akhirnya malam itu aku meraup tumpukan baju-baju di atas kasur,
melemparkannya ke lantai, lalu tidur kehabisan tenaga.

No comments:

Post a Comment