June 22, 2013

Di antara Lebay dan Delusional


Aku senyum-senyum saja. Menemukan postingan ini di blog Zahra pada malam yang sedemikian buta. Perutku mual. Lupa makan dari pagi dan malah menenggak kopi di Samiasih sepulang dari street performance tadi rupa-rupanya menghasilkan reaksi seperti perempuan yang telat haid 3 bulan. Terbukti kan, sifat pelupa dan bodoh itu kalau dipertemukan akan membuat hidup susah. Tapi nggak papa, yang penting Street Performance malam ini, untuk kesekian kalinya lagi-lagi berhasil melewati angka sejuta. Keberkahan yang biasanya cuma bisa didapat saat malam-malam hari libur nasional. 3 kali lipat dari pendapatan biasa. Nggak sia-sia dari kemarin rempong kesana kemari ngurus surat rekomendasi dan gono gini hingga akhirnya dapat izin Street Performance lagi di pelataran Malioboro Mall. Ini muka rasanya juga udah setebel kulit badak bolak balik ngerepotin Mas Benny.

Jadi pada akhirnya aku menghidupkan lampu lagi dan pasrah pada penyakit susah tidur padahal badan rasanya udah nggak berbentuk. Padahal juga ngantuk. Padahal juga ini ngantuk 3 hari berturut-turut. Kemarin malam aku pasrah baru tidur pukul 3 akibat terjebak tidak bisa berhenti membaca buku Torey Hayden sampai selesai, empat ratus tujuh puluh lima halaman dalam 1 malam. Padahal malam sebelumnya juga aku cuma tidur 3 jam akibat terjebak di depan layar biam. Biasanya aku bisa membayar insomnia-insomnia ini dari sehabis subuh hingga tengah siang tapi sialnya beberapa hari ini selalu ada urusan yang menuntut diselesaikan pada pagi hari. Jadi yah, ini alasan kenapa beberapa hari ini aku beraktifitas dengan muka sejelek zombi.

Lalu internet beberapa hari ini sering mati-mati. Kayak tete kalo mengutip kata Bamby. Jadi beberapa malam ini aku internetan dengan bermodalkan Usap. Lumayanlah cuma untuk buka jendela blog dan berkeluh kesah di lembar halaman putihnya, berharap waktu berlalu cepat dan insomnia ini perlahan-lahan menguap.

Jadi yasudah segitu saja, mari sekarang kembali matikan lampu dan berusaha tidur lagi. Melawan gelap lagi, belajar berani. Selamat sahur bagi perempuan-perempuan kece yang kejar setoran untuk bayar hutang puasa. Hutang puasa saya tinggal lima lagi dari lima belas *nyengir*

03:28 
Hoahm.

2 comments:

  1. Hayo.buruan dibayar utangnya..heuheu

    ReplyDelete
  2. hahaha, kok cerita sedlusional gitu, kok ya saya suka toh... salah siapa :D

    kalau mau cpt tidur, minum antimo. manjur

    ReplyDelete