October 18, 2013

akibat menelpon.

Tadinya saya cuma ingin menelpon baik-baik. Mengadu tentang betapa Jogja panas luar biasa dan badan saya menjadi seperti lilin yang meleleh setiap saat. Tadinya saya juga cuma kepingin pamer bahwa beberapa hari ini saya kurang tidur karena deadline-deadline yang entah kenapa justru malah membuat saya lebih merasa sedang menjalani kehidupan. Kesibukan-kesibukan yang bisa-bisanya malah membuat saya merasa senang. Saya baru tahu  ternyata diam-diam saya rindu sibuk. Jadi sebenarnya saya cuma mau pamer bahwa sekarang saya sedang sibuk.

Tapi percakapan ini kemudian berbalik arah menjadi sesuatu yang tidak saya inginkan. Kata-kata terbang begitu saja dan menusuk bagian manapun yang bisa ditusuknya, seperti peluru yang terlanjur terlepas dan tidak bisa ditarik ulang.

Melesat begitu saja lantas meninggalkan lubang.

No comments:

Post a Comment