October 18, 2013

-

Gerhana meletakkan tangan di dadanya, berharap dengan begitu ia bisa menarik jeri yang menumpuk di sana. Seluruh tubuhnya terasa kebas dan berlistrik, matanya panas dan ia sudah tidak tahan ingin menangis.

Ia mengusap dadanya perlahan, membisiki hatinya untuk bertahan. Kalau saja tangannya sampai, ia ingin memeluk hatinya sendiri dan menghalaunya dari mendengar apa yang diteriakan orang-orang dengan kasar. 

Pada kenyataannya ia memang tidak perlu mendengarkan apa yang hatinya tidak ingin dengar. Bahwa apapun yang terjadi hatinya boleh selalu percaya pada apa yang ingin ia percayai.
Bahwa bagaimanapun juga ia cuma harus melakukan apa yang benar.
Tidak peduli apapun yang dikatakan orang-orang.
Bahwa ia cuma tetap harus berjalan, bahkan meskipun itu dengan menutup telinga.


No comments:

Post a Comment