November 17, 2013

22

Saya percaya bahwa dua dua berarti saling melengkapi. Bahwa dua dua berarti kita tidak sendiri.

Jauh-jauh hari saya sudah berdoa untuk diri saya. Semoga saya selalu berbahagia dan mensyukuri hidup. Semoga saya tidak pernah sekalipun dibiarkan merasa sendirian.

Meskipun 16 November kali ini lewat dengan cara yang tidak saya rencanakan, tapi saya berbahagia. Dan bersyukur. Tadinya saya berniat keluar kosan dari pagi dan bersepeda dengan membawa peta. Mendatangi jalan ireda untuk mengagumi dinding-dinding yang dilukis mural. Menelusuri jalur-jalur alternatif sepeda yang ada di kawasan malioboro. Menjepret banyak foto. Membeli es krim gerobak murahan depan shopping lalu ke planetarium dan mencoba wahana baru zona cuaca, iklim dan gempa bumi. Itu cara saya merayakan, membahagiakan diri saya tepat di hari saya dilahirkan.

Tapi seharian tadi hujan, dan Tika menginap 3 hari berturut-turut di kosan. Hari ini juga saya bangun kesiangan. Lalu ada Alifa dan Zahra yang tadi siang menyebalkan, belakangan mereka sering meleluconkan hal-hal yang buat saya tidak lucu sama sekali. 

Mungkin hati saya sudah jadi semakin keras hingga gampang pecah. Mungkin jiwa saya juga semakin sempit. Tapi saya masih terus belajar jadi orang lurus. Belajar jadi manusia dengan jiwa yang luas dan hati yang kuat. Jiwa orang-orang yang bisa memaafkan dengan cepat. Jadi orang yang tidak pendendam. 

Karena kita berinteraksi. Sementara tabiat manusia adalah saling menyakiti manusia lainnya, bahkan dalam skala yang paling kecil. Saya percaya bahwa perjalanan hidup adalah perjalanan terluka dan belajar menyembuhkan diri.  Maka cuma orang-orang berjiwa luas dan hati kuatlah yang punya kemampuan menyembuhkan diri mereka sendiri.  A person who can heal.

Jadi, saya mulai hari ini dengan rasa syukur atas hidup yang saya jalani sekarang. Bersyukur atas orang-orang di sekitar saya yang betapapun bisa jadi sangat menyebalkan tapi itulah salah satu bentuk keberkahan hidup. Bersyukur atas keberadaan saya, atas mimpi-mimpi yang masih bisa saya lambungkan dan perjuangkan dengan kerja keras. Waktu hidup saya berkurang tapi berulang tahun selalu berarti terlahir kembali. Selalu berarti jadi orang yang lebih baik lagi.

Terakhir, saya cuma berharap mimpi-mimpi saya kembali diijabah.

Semoga tim tari saya memenangkan juara pertama dalam  porsenigama dan parade budaya nusantara.
Semoga bulan juni nanti kami bisa kembali membawa harum nama Indonesia ke tanah Eropa, mengikuti festival di Belgia, Perancis dan Belanda.
Saya kepingin Neng Ana dan teman-teman yang sudah berjuang tapi belum berkesempatan ikut festival kemarin bisa merasakan kebanggan saya.
Semoga saya diberikan kemudahan menulis cerita perjalanan ke Belgia sebagai hadiah untuk Halimah yang tidak bisa menari lagi.

Amiin. Amiin. Amiin.


Semoga umur saya tahun ini melimpah berkah.

No comments:

Post a Comment