January 7, 2014

Crossing Han River With a Paper Boat


Saya paling suka sama episode Running Man 178 ini. Khususnya waktu Tim Running Man dapet misi menyebrangi sungai Han pakai perahu kertas yang mereka rakit sendiri dan diplester sana sini. Bisa dibilang mungkin ini episode Running Man paling mengharukan. Daebak! Lihat Ji Hyo, Haha dan Suk Jin yang tetep nggak nyerah meski terombang ambing di sungai Han dengan modal perahu kertas dan dayung plastik, meski dipermainkan angin, meski waktu itu lagi musim dingin. Meski rasanya udah nggak bertenaga lagi sampe udah kayak mau mati.

Saya jadi ingat pendakian saya ke gunung Merapi untuk yang pertama kali. Puncak rasanya masih lumayan jauh dan badan saya dikelilingi pasir dan debu-debu. Rasa-rasanya saya udah mau nyerah aja, tapi temen-temen saya udah pada di atas, teriak-teriak nyemangatin saya. Belum pernah seumur hidup saya ngerasa se-sengsara itu. Tapi akhirnya saya tetap merangkak pelan-pelan meski sambil mengutuk-ngutuk, "Demi apa sih saya bersusah-susah dan menderita kayak begini?"
Pertanyaan macam begini juga sering dipertanyakan Lee Kwang Soo di beberapa episode, waktu dia terpaksa gendong orang di bahunya dan beralih fungsi jadi manusia tangga karena tinggi badannya yang diatas rata-rata, waktu dia tower climbing di menara Macau setinggi 1109 kaki, atau waktu misi nyabut bendera di sawah yang berlangsung dengan dia merangkak-rangkak dan terjengkang berlumpur-lumpur akibat pegas yang dipasang di badan.

"Demi apa kamu melakukan sesuatu yang membuat dirimu sebegitu menderita?"

Saya rasa mungkin tim produksi Running Man sengaja bikin episode 178 ini untuk menutup tahun.

Waktu perahu kertas Jae Suk, Gary, Jong Kook dan Kwang Soo karam bahkan ketika mereka belum sampai setengah jalan, lalu setengah mati menahan ngilu di tulang saat terapung-apung di tengah Sungai Han. Apa rasanya?
Hebatnya ketika diberi pilihan mau mengulang lagi dari awal atau langsung pergi ke seberang sungai dengan mobil untuk menyemangati Tim Haha, Jae Suk malah dengan mantab bilang mau mengulang. Padahal dingin di badan mereka belum lagi hilang, padahal celana mereka masih basah memberati badan, padahal perahu kertas mereka sudah hancur separuh, padahal sudah jelas-jelas disebutkan bahwa waktu tersisa tinggal sepuluh menit lagi. Tapi Jae Suk dan teman-temannya tetap memilih mencoba lagi tanpa repot-repot mengganti celana mereka yang kuyup itu. Juga menolak mentah-mentah PD Myuk yang menawari mereka menyerah di tengah jalan.

Saya bilang kan sebelumnya mungkin tim produksi Running Man sengaja bikin episode 178 ini sebagai penutup tahun. Seperti diam-diam ingin membuat kita paham bahwa apapun yang terjadi di tahun kemarin, tidak apa-apa meski kita gagal karena yang terpenting adalah tidak berhenti mencoba dan jangan menyerah.


Bahwa nggak ada yang nggak mungkin dicapai kalau kita memperjuangkannya dengan kerja keras. Bahwa kalau kita selalu percaya dan menolak menyerah, perjuangan tidak akan mungkin mengkhianati kita.

2 comments:

  1. Apa kabar mel?kemaren baru liat komen kamu di postingan kk yg gak penting di blog itu :D

    -Ruzen-

    ReplyDelete
  2. kak Ruzen: hehe aku baik kok kak ros, alhamdulillah. :))

    ReplyDelete