January 10, 2014

tentang kemeja biru besar, Biam dan kacamata lensa kabut


Sebenernya saya juga nggak terlalu yakin mau posting tentang apa. Beberapa hari yang lalu Tika main ke kosan dan seperti biasa obrolan kami luber hingga menyinggung segala bidang. Salah satunya tentang kebetahan saya berada di kamar selama berhari-hari tanpa ke luar rumah, sementara ia mengaku pernah sehari mendekam di kamar dan benar-benar bosan.

Hehe, tetiba saya merasa seperti tokoh utama perempuan di serial Flower Boy Next Door yang takut sama manusia itu. Si Go Dok-mi yang cantik penyendiri yang kebetulan juga sama-sama bekerja sebagai freelance copy editor seperti saya, bedanya pertama, kecantikan saya masih dipertanyakan dan kedua pada dasarnya saya bukan tipe introvert yang sangat senang sendirian.

Bahkan untuk penanda tanganan SPK-BAP (Surat Perintah Kerja & Berita Acara Pemeriksaan) aja saya memilih menyelesaikannya via email dan bukannya nongol di kantor Bentang.

Saya sama sekali bukannya pernah sangat merasa tersakiti oleh tabiat manusia sebagaimana yang dialami Go Dok-mi. Barangkali saya memang cuma jatuh cinta aja sama kamar saya. Saya merasa sangat nyaman di kamar dan menyenangi apa yang saya kerjakan selama berjam-jam itu. Menggandrungi sesi belajar hal-hal yang sebelumnya tidak saya ketahui bersama laptop kesayangan saya: Biam, meski cuma bermodal akses speedy kosan. Saya belajar tentang persenjataan dan teknik perang ya dari kamar ini, melakukan riset tentang Nazi ya juga di kamar ini, demikian juga dengan belajar undang-undang pengangkatan dokter PTT dan berbagai hal berbau kedokteran serta rumah sakit itu.

Tanpa sejengkal pun meninggalkan kamar, saya sudah keluyuran di website biro kepegawaian kemenkes, di tarik sejarah ke asal-mula konflik Aceh-Indonesia, bahkan berkesempatan mengobrak-abrik Secret Annex Anne Frank di situs tiga dimensi rumah persembunyiannya tanpa perlu jauh-jauh terbang ke Belanda sana.

Saya menyukai saat-saat menyadari ilmu saya bertambah dan betapa banyak hal di dunia ini yang tidak saya ketahui.

Dan jauh dari itu semua, saya sebenarnya sungguh-sungguh jatuh cinta pada sesi kerja yang memperbolehkan  saya jumpalitan dengan kemeja biru kebesaran bekas papa yang sangat saya gandrungi. Lalu kacamata lensa kabut yang lebih sering saya sampirkan di kepala dari pada memakainya.

Selamat Hari Jum'at.

No comments:

Post a Comment