February 11, 2014

OTTOKE kalo kata orang korea.

Sementara suara kamu yang saya dengar via jarak jauh untuk kali pertama ini
terus menerus mencuri nafas saya.
Sementara rindu yang susah payah saya redam berbulan-bulan tiba-tiba meledak keluar.
Lantas tekad saya yang tadinya teguh serta merta luluh.
KAMU.


Lalu kamu pada akhirnya cuma bisa bersembunyi di dalam selimut sembari merapal doa-doa. Mengadu pada Ia Yang Maha Tahu tentang hati milik kamu yang begah dengan rasa takut campur bahagia. Karena sesederhana balon udara yang kebanyakan helium, kamu cuma takut meledak. Dan hancur.

Lantas apa rasanya menulis kata-kata romantis untuk kekasih orang lain? kamu jelas-jelas tahu tidak ingin menjadi nila pada harapan dan mimpi-mimpi masa depan mereka. Bahkan meski nila itu cuma sebatas perasaan yang pada suatu titik tidak ada hubungannya dengan diri mereka sendiri.

Iya, semakin banyak huruf-huruf keluar semakin jelas kamu pathetic, Mel.

Semakin jelas kamu pathetic.


setengah satu dini hari.
Bahkan segala letih dan kurang tidur 2 hari ini tidak juga sanggup menjauhkan saya dari menuliskan kamu.
Sebab sesederhana balon udara yang kebanyakan helium, saya cuma takut meledak.
Dan hancur.

No comments:

Post a Comment