May 30, 2014

Mono

Dulu mesti saya nggak pernah kepikiran apa rasanya canggung di hadapan layar putih ini. Bingung mau melakukan apa setiap habis menekan titik. Lalu menemukan hening yang lama, cuma suara kipas angin di sisi saya yang menggelegar dan gempar. Beberapa waktu lalu saya sempat paham, tentang gejala malas menulis di blog ini, gejala sungkan bercerita panjang lebar pada layar. Seperti dulu.

Penginnya saya menulis sesuatu apa gitu yang bermakna buat orang-orang yang baca. Bukan cuma indah tapi nggak ada isinya. Mungkin kayak si nadhira, yang tiap tulisannya bikin saya kangen sama Tuhan. Atau nulis catatan perjalanan, yang menginspirasi orang untuk banyak-banyak menjelajah bumi Tuhan. Mungkin yang lainnya...

Tapi sekarang-sekarang ini saya jadi sadar, bahwa setidaknya saya tetap harus menulis untuk diri saya. Agar tidak lupa.

No comments:

Post a Comment