September 24, 2014

Di titik Nol.


Akhirnya menyentuh titik nol juga. Setelah malam-malam kemarin suhu semakin susut dari hari ke hari. Padahal baru malam kemarin berdoa sebelum tidur semoga cuaca besok lebih hangat eh tahu-tahu hari ini hujan salju.
See, bahkan hujan pun gemetaran dan jatuh dalam rupa butiran salju. I could do nothing but amaze when the rain turned to snow this afternoon. Tepat sebelum berangkar kursus! No niin, akhirnya dengan udik lari-lari ke halaman dan liat dengan mata kepala sendiri betapa salju itu bentuknya memang persis kayak aksesoris salju di buku menu frozen. :P

Dan cuaca semakin menggila begitu pulang kursus tadi. It was so cold and dark and windy untill Minna said it's colder than a winter. I think it might be because there is no sun (well, I really miss the sun, right now) since in winter we might be still have the sun. Well, of course me might! Right? *mulai insecure* haha..
Tapi seenggaknya di jalan antara tempat kursus ke Matkakeskus tadi saya punya waktu menyenangkan menatapi lembar2 salju melayang sebelum jatuh ke jalan. Persis kayak lagu cinta dalam lagu Selena Gomes, so magical, lyrical, beautiful and so on.

Well, now it's time to sleep. Dengan baju tiga lapis, kaus kaki bulu domba dan selimut tebal berlembar-lembar.

Nähdään!

foto diambil dari sini. Ternyata masih ada yang lebih mejik dari 8 minggu malam dan 6 minggu siang di Lapland kala winter sebagaimana cerita Mirku tempo hari, ialah summer, autumn and winter within 3 days at Southwest Michigan, one day in 2006. UWAW!

No comments:

Post a Comment