September 29, 2014

Leppavirta


Saya melewati liburan yang menyenangkan di Leppavirta. Bukan sekedar perkara makanan enak, kue banyak, dan buku bacaan yang melimpah ruah, tapi saya merasa kaya sepulang dari sana. Saya ketemu orang-orang baik yang bikin saya merasa betapa Allah maha baik. Saya juga mengalami hal-hal baru. Mengherankan bagaimana dalam waktu tiga minggu saya mengalami begitu banyak kali pertama. Di Leppavirta saya main ski dan mendayung perahu. Leppavirta memang salah satu destinasi kunjungan turis di Finlandia, di kota kecil yang luasnya cuma 1519 km kuadrat ini ada satu hotel yang punya area cross-country skiing bawah tanah. Jadilah akhirnya di sana saya main ski dan ngerasain winter sebelum waktunya. Ah, dan hotel ituuu juga punya fasilitas kolam renang indoor yang yaah super mewah untuk ukuran saya yang seumur hidup baru dua kali main di kolam renang hotel.

mendayung perahu
Sebenernya banyak yang mau saya share dari trip Leppavirta ini. Tentang Leppavirta yang tenang dan damai. Tentang rumah Raimo dan Arija yang luar biasa hangat dan menyenangkan. Tentang saudara-saudara Raimo yang luar biasa. Tentang.. banyaklah.. saya juga akhirnya ketemu saudara muslim dari Bangladesh yang tinggal di Kuopio waktu ikut acara ultah abangnya Raimo tadi siang. Nggak tau deh rasanya kayak udah diatur Allah, saya jadi dapet info dimana nanti bisa sholat idul adha yang mana datangnya sekitar semingguan lagi. Well,  tapi ini saya baru pulang ke rumah Pertunmaa dan kamar minta ampun dinginnya. Rumah ditinggal 3 hari jadi pemanas dimatiin dan di rumah ini saya nggak ngerti sistem pemanasnya gimana, karena biasanya kan pemanas ruangan nempel di dinding-dinding rumah kayak besi-besi seng kaleng gitu nemplok di teembok, lah ini sistem pemanasnya beda, pake alat kecil pengatur suhu gitu di dinding kamar yang kalo nggak salah panasnya itu keluar dari lantai tapi mesti dinyalain dulu dari pemanas sentral yang ada di luar atau semacam itu lah dulu Heikki pernah jelasin. Yang pasti sekarang selimut tiga lapis saya udah manggil-manggil minta dipeluk. Beberapa foto juga masih di kamera Heikki, jadi gimana kalo postingan ini saya tutup pake foto (berusaha) unyu saya dan Lotta di pulau seberang mökki.

Nähdään!

No comments:

Post a Comment