October 11, 2014

What You Wish For


Bahkan ini lah salah satu alasan kenapa aku mutusin au pair. Life is a messy bag, everyone knows that. But my life back then not just messy but also busy and super fast and crowded. And how I was rarely feeling safe.

Then I think I need a time out. Aku butuh sebentar menarik diri, Kak Nadia pernah bilang bahwa aku udah ketarik arus kehidupan. Well, she might be right. Aku rindu kadang-kadang melamun di atas bis dalam perjalanan, nulis surat panjang-panjang lalu jauh-jauh mengeposnya ke kantor pos besar di pusat kota sementara sungguh banyak cara lebih praktis menyampaikan informasi. Atau sekedar duduk diam di terminal bis atau stasiun atau taman pintar sambil makan es krim dan nonton anak-anak kecil main. And can I say being around kids always makes my day brighter, somehow? Makes my doubt fly away. Tapi kehidupan pelan-pelan menarikku semakin jauh dari lingkungan anak-anak. Aku udah nggak ngajar lagi di TPA bahkan lebih lama dari saat aku off ngajar tari untuk anak-anak di Kulon Progo dan aku udah nggak punya waktu lagi untuk sekedar main ke taman pintar. And I didn't have any books to read. There's no story to understand.

Tapi sekarang semua yang aku butuhin terasa lengkap. Kartu perpustakaan untuk akses perpus sepenjuru Finland, perjalanan satu jam di bus minimal dua kali seminggu, anak-anak kecil di sekeliling, dan uang bulanan yang cukup untuk perjalanan jauh luar kota sebulan sekali.  

Karena kadang-kadang hidup tidak perlu jadi ambisius. kadang-kadang satu hal yang kamu perlukan cuma duduk diam sambil mengawasi daun jatuh dari balik jendela. 


No comments:

Post a Comment